Senin, Mei 31, 2010

aku kapan??!!!

lagi2 teman gw bakal segera married,ditambah lagi dengan sepupu gw yang baru 18tahun akan segera married juga. Plus nykp gw yang sk ngeledekin : kapan ni mama mau mantu lagi,,hadoooh gw juga pengen tp gmn donk secara si abang blm selesai kuliahnya n modalnya blm ada..jd gw cmn bs cengar cengir doang...
kalo gw tanya ama si abang, kapan mau ngelamar??jawaban dia cmn nanti, ntar juga ada waktu nya..sabar yaa!!! ga mungkin donk gw yang ngelamar dia ....

cmn satu yang gw perluin saat ini yaitu kesabaran menunggunya

Sabtu, Mei 08, 2010

happy ending or bad ending

heiyaah...long time no see my blog...

gw cmn pengen cerita ajaa,,
beberapa dr teman gw akan segera menikah,tp ada juga teman gw yang udah lama pacaran tiba2 harus putus ditengah jalan.fyih mungkin itulah hidup ada yang bahagia n ada yg harus berpisah..cmn itu membuat gw berfikir apakah selama 3 tahun gw pacaran,apakah dia adalah MR. Right yang selama ini gw cari n nantinya akan menjadi suami gw,, ( hopely)...

Rabu, Juli 01, 2009

Peraturan baru

Fyih setelah 2taon jadian akhirnya semalem gw berantem sm abang, agak emosi deh ngadepin dia.ms gw dibilang baweel padahal gw kan bawel jg bwt abang, krn abang sk pulang malem n gak tau waktu kl udah ngumpul2 sm temen2 nya.

Harusnya abang seneng n bangga krn punya pacar yg super perhatian kyk gw, bknnya mlh mrh2 gt. Jadilah kemaren ada 3 peraturan baru dari abang

  1. Katanya gw cmn boleh nlp 2x aja seharii (udah kyk minum obat aja yaa) trs kl abang ga nlp2 yaa sabarr aja
  2. Katanya gw cmn boleh sms maksimal 5x (semakinn fyihh maleesss booo)
  3. Katanya kerumah gw yg wajib cuman sabtu-minggu aja, selain itu tunggu kesadaran n inisiatif dr abang


 

Huaa males jdnya, knp 2taon pacaran mlh jadi kyk gini.punya pacar tp kyk ga punya pacar.emang harus yaa ada ya peraturan itu.kykna ga penting juga dech..

Fyihh aja dechh…!!!

Pasar Jatinegara

Tau kah anda kalo pasar itu bisa jadi tempat bertemunya seseorang yang sudah lama tak kita temui..contohna tadikan gw n nykp ke pasar, buat beli bahan2 kue untuk pesenan hari sabtu. Pertama nykp gw ketemu sm ibunya temen SD adek gw, setelah puas lepas kangen n belanja akhirnya udah mo pulang nykp ketemu lagi sama temennya yg udah lama ga ketemu, akhirnya mereka cipika cipiki n tuker2an no. tlp dan yang terakhir udah mo naek mobile eh nykp ketemu lagi sm temen sepengajiannya..fyihh namanya juga emak2 yee kalo udah ngobrol n kepasar tuh ga bisa sebentar,pasti ada aja yg dia beli..nih salah satu contoh dr belanjaan dia.



 

Kalo itu masih belanjaannya, skrg kue blackforest pesenan yg udah djadi

Selasa, Juni 30, 2009

postingan ini dibuat memperingati 2tahunnya kebersamaan gw dengan si abang..

Finally gw bs sampe di2thn dan itu berarti baru awal dr hubungan ini..akan dibawa kemanakah hubungan ini,apakah hanya seperti ini atau akan berakhir di pelaminan..Jadi tanggal 280609 kmrn tepat 2tahun Aniverssary kita,tdnya rencananya akan ke puncak tp berhubung si abang, kakinya abis keseleo akhirnya kita putuskan untuk berenang aja, pengennya berenang di snowbay @tmii n berangkatlah kita ke tmii udah hampir nyampe dipintu masuknya ternyata ooh ternyata maceeeetttt n penuh bgt dengan rombongan anak2 liburan.akhirnya kita balik arah n berhubung udah laper berattt akhirnya mampirlah di KFC xbata..


 


 


 


Setelah perut kenyang n berfikir keras akhirnya diputuskanlah untuk ke ancol,

paling ga kl pun rame di atlantis bisa ke seaworld ato ke gelanggang samudera, tp Tuhan emang baik ternyata atlantis ga serame itu n dapet diskon 20% dr indosat,akhirnya

Jumat, November 21, 2008

kepergian ku

gw menemukan puisi ini dari folder ade gw,,dan gw rasa ini puisi cukup menggetarkan buat yg bacanya,,so gw pgn membagi puisi ini....




Saat ku kecil, kau selalu ada disamping ku
Saat ku sakit kau selalu ada untuk ku
Saat ku takut dalam kegelapan, kau selalu menemaniku
Kepergian ku bunda, aku pergi bukan karna aku tak sayang lagi
Tapi aku pergi karna aku sangat sayang pada mu

Aku tak ingin melihat air mata dipipi mu
Aku tau, aku banyak membuat mu susah
Kau menderita karna aku.
Tapi aku malah tak bisa membalas kebaikan mu selama ini bunda

Maafkan aku bunda, aku pergi tanpa kau sadari
Aku tak tega melihat itu semua. Maaf … maaf… kan aku bunda,
Tapi aku harus pergi, aku tak bisa diharapkan lagi.maafkan aku semua.
Terima kasih karna selama ini kau sudah menyayangi aku, merawatku juga menemani ku dalam kegelapan.

Untuk semua terutama unuk mama
Dari caca

Selasa, September 09, 2008

*Mandikan Aku Bunda*

*Mandikan Aku Bunda*

Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.

Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya
.....

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan
memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah
jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan
digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang
mantan presiden
Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di
Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih
memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama
berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat,
bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan
mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah
''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya.
Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak
yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani
semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke
kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk
ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah
mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu betul-betul
ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional
oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon.
Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu,
tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik
pesawat terbang, dan uang yang banyak.

''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek
Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut
dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih
pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan
seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya.
Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi
karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang
larut, ia jarang sekali ngambek.

Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria.
Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.

Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super
sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak
dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap.
Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar.
Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan
mempersiapkan keperluan
kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante
Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut,
meski wajahnya
cemberut.

Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian
lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu
karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta
perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu
dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.''
Setengah terbang,
saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain.
Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.

Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia
shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah
memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani
memang menyimpan
komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.

Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring
kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah
jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya,
berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri
mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu,
berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di
seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya diam
saja.

Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya
mematung seperti
tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah
pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin
senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu
hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih
tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri
kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih
mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya.
Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin
tua.

-- Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.

-- Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan
yang amat sangat.

-- Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya
sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan
masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu.

-- Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih
sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti
karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

Pelajaran yang menyedihkan. ...